MENUJU TUHAN

PERJALANAN SPIRITUAL MENUJU TUHAN

Sabtu, 09 Oktober 2010

ayat_1

Allah (Pemberi) cahaya (kepada) langit dan bumi. Perumpamaan cahaya Allah, adalah seperti sebuah lubang yang tak tembus[1039], yang di dalamnya ada pelita besar. Pelita itu di dalam kaca (dan) kaca itu seakan-akan bintang (yang bercahaya) seperti mutiara, yang dinyalakan dengan minyak dari pohon yang berkahnya, (yaitu) pohon zaitun yang tumbuh tidak di sebelah timur (sesuatu) dan tidak pula di sebelah barat(nya), yang minyaknya (saja) hampir-hampir menerangi, walaupun tidak disentuh api. Cahaya di atas cahaya (berlapis-lapis), Allah membimbing kepada cahaya-Nya siapa yang dia kehendaki, dan Allah memperbuat perumpamaan-perumpamaan bagi manusia, dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.(Qs 24:35)

Ayat di atas adalah perumpamaan yang Tuhan berikan kepada semua umat manusia di dunia untuk mencari kebenaran sejati (nur alan nur).begitu banyak contoh yang telah sebutkan dalam Al-Quran untuk bermunajat,memohon untuk di tunjukkan jalan menuju kebenaran salah satunya (Qs 7:143) :

Dan tatkala Musa datang untuk (munajat dengan Kami) pada waktu yang telah Kami tentukan dan Tuhan telah berfirman (langsung) kepadanya, berkatalah Musa: "Ya Tuhanku, nampakkanlah (diri Engkau) kepadaku agar aku dapat melihat kepada Engkau." Tuhan berfirman: "Kamu sekali-kali tidak sanggup melihat-Ku, tapi lihatlah ke bukit itu, maka jika ia tetap di tempatnya (sebagai sediakala) niscaya kamu dapat melihat-Ku." Tatkala Tuhannya menampakkan diri kepada gunung itu, dijadikannya gunung itu hancur luluh dan Musa pun jatuh pingsan. Maka setelah Musa sadar kembali, dia berkata: "Maha Suci Engkau, aku bertaubat kepada Engkau dan aku orang yang pertama-tama beriman."

Musa telah berhasil beriman dengan melakukan munajat di sebuah gunung,gunung adalah tempat yang tinggi dimuka bumi(makrokosmos) yang kata itu merupakan mutasabihat(perumpamaan) yang memiliki arti sama dengan kepala di tubuh manusia(mikrokosmos).
: "Kamu sekali-kali tidak sanggup melihat-Ku, tapi lihatlah ke bukit itu, maka jika ia tetap di tempatnya (sebagai sediakala) niscaya kamu dapat melihat-Ku."
Jadi jika kepala ini masih tetap pada tempatnya maka kita bisa seperti nabi Musa yang telah bertemu Tuhanya. Tatkala Tuhannya menampakkan diri kepada gunung itu, dijadikannya gunung itu hancur luluh dan Musa pun jatuh pingsan.gunung itu hancur luluh di situ bermaksud bahwa ketika Tuhan menampakkan DIRINYA semua pikiran akan dunia akan hancur luluh yang ada hanyalah aku dan Tuhan kedamaian yang begitu khidmat bersatunya Ruh dengan MAHA RUH itulah JALAN YANG LURUS,di situ percakapan tanpa kata tetapi begitu bersahaja,begitu damai.”TUHAN BEGITU AKU TELAH LALAI SELAMA INI DARI APA YANG TELAH KAU BERIKAN,TUHAN HARI INI AKU MEMOHON KEPADAMU AKU SANGAT INGIN TERUS BERSAMAMU,BUKANLAH SYURGA TETAPI HANYALAH KAU YANG SATU TAK ADA YANG LAIN”.


Maka setelah Musa sadar kembali, dia berkata: "Maha Suci Engkau, aku bertaubat kepada Engkau dan aku orang yang pertama-tama beriman."
Itulah perkataan musa setelah ia ber TAJJALI kepada Tuhanya.ia telah bersaksi bahwa apa yang telah dialaminya adalah perjalanan spiritual menuju Tuhanya.

Selasa, 05 Oktober 2010

cakra manusia


Chakra Mahkota (puncak kepala) Kelenjar otak kecil : Pusat spiritual, tempat jiwa tak berumah yang berhubungan dengan pusat dan sumber; pembaharuan spritual; berhubungan dengan sang ilahi; tempat mana keinginan-keinginan spritual terbagi ke dalam kepribadian dan hidup sehari-hari.
      (Amethyst atau Batu kecubung ; Kuarsa jernih; Teladan; Selenite; Intan), Identifikasi pribadi dengan yang tak terbatas; kesatuan dengan tuhan; kedamaian; kebijaksanaan

itu adalah salah satu cakra yang di miliki manusia dan cakra ini merupakan cakra yang paling hebat karena di sini merupakan tempat berhubungan mahluk dengan penciptanya

MARHABAN YA TUHAN


MARHABAN YA TUHAN
Marhaban ya Tuhan
Aku datang menemuimu,menyapaMu,menatapMU
Telah ku penuhi panggilan jiwa ini untuk LIQO kepadamu
Ruh ini begitu damai bertemu dengan MAHA RUH
Tak pernah terfikir untuk bertemu DIRIMU
Karena para orang yang mempelajari agama berkata padaku “kita tak akan bertemu Tuhan di dunia ini karena Tuhan itu Ghaib…”.
Aku tak percaya itu aku terus mencariMu,kemanapun tapi aku tertegun dengan ketika AL-Quran berkata”Tuhanmu lebih dekat kepadamu melebihi urat lehermu”.akupun berusaha mencari jawaban dari  semua itu dan akhirnya kumenemukanMU dan engkau  begitu nyata bagi yang ghaib dan Kau Ghaib Bagi yang nyata….
MARHABAN YA TUHAN                                                                                                                                                                


Minggu, 03 Oktober 2010

Panthesme


Panthesme adalah suatu paham yang mengajarkan bersatu mahluk dengan KHALIK MAHA PENCIPTA,dan di tahap ini sang mahluk telah mampu menebus hutang yang telah di sepakati keterangan ini jelas pada surat AL-RAAF-172 “Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka (seraya berfirman): "Bukankah Aku ini Tuhanmu?" Mereka menjawab: "Betul (Engkau Tuban kami), kami menjadi saksi." (Kami lakukan yang demikian itu) agar di hari kiamat kamu tidak mengatakan: "Sesungguhnya kami (bani Adam) adalah orang-orang yang lengah terhadap ini (keesaan Tuhan)",